Mula Bukane Aksara Jawa



Menurut dongeng, pada jaman dahulu kala ada orang yang berasal dari India bernama Ajisaka. Ajisaka adalah seorang putra raja yang ingin menjadi seorang guru dan kaya akan ilmu.
Ajisaka pergi mengelana san sampai ke tanah Jawa. Ajisaka didampingi ole dua pembantunya yang bernama Dora dan Sembada. Setelah sampai di salah satu pulau, yaitu pulau Majethi, mereka menghentikan perjalanan untuk berisirahat. Setelah itu....

ajisaka melanjutkan perjalanan didampingi oleh Sembada, sedangkan Dora diminta untuk menjaga sebuah keris pusaka miliknya. Dora diberikan amanat penting dalam tugas ini,"siapapun tidak boleh boleh menyentuh atau mengambil keris tersebut kalo tidak Ajisaka sendiri".
Setelah beberapa lama di tanah jawa, Ajisaka mengutus Sembada untuk mengambil keris yang dulu ditinggalkan bersama Dora. Setelah sampai dimana keris itu berada, Sembada mencoba untuk mengambil keris tersebut atas permintaan tuan Ajisaka, tetapi Dora tidak bergeming karena teringat akan amanat yang diberikan kepadanya dan tidak memberikan keris itu kepada Sembada. Akhirnya mereka berdua berkelahi dengan adu kesaktian masing-masing. Keduanya berkelahi lantaran tugas yang diberikan kepada kedua oarang tersebut melalui Ajisaka, keduanya sangat mematuhi perintah sang Tuan dengan mengabdikan seluruh jiwa raganya. Keduanya pun meninggal dalam pertarungan sengit itu.
Ajisaka trenyuh mendengar kabar bahwa kedua pembantunya mati dengan menanggung beban tugas yang ia berikan. Setelah itu Ajisaka menulis huruf yang berjumlah 20 butir untuk mengenang mereka berdua, yaitu Aksara Jawa.
ha na ca ra ka = ada utusan
da ta sa wa la = mengikuti perintah
pa dha ja ya nya = sama-sama kuatnya
ma ga ba tha nga = sama-sama mati

Category:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar